Pages

Friday, February 14, 2014

I Love My Cat as I Love My Brother


Assalamu'alaikum :D

In this weekend emang waktu yang tepat buat ngurusin peliharaan dirumah, ya, DIRUMAH, bukan DIKOSAN...

Kebetulan, aku punya seekor kucing yang imut kayak marmut coklat muda. Namanya Aseng. Tenang, calm down. Ini bukan kucing jenis Chinesse Cat atau Hongkong Cat kok. Ini jenis kucing biasa, kucing Persia. Mengenai namanya, si buluk Aseng ini adalah pemberian dari almarhum Pakwo Edi, kakak laki2 dari mamaku. Nahh, karna matanya paling sipit diantara jenis Persian Cat lainnya, makanya diberi nama Cina2 gitu. Muehehehe.....

Biasanya sih aku mandiin Aseng setiap hari Minggu atau kalau lagi liburan sekolah. Tapi sekarang, karna aku jauh dari rumah, jadinya bapakku deh yang mandiin :D Uniknya, mandi ataupun enggak si Aseng, bulunya sama aja kayak kucing yang gak mandi2 setahun karna warna bulunya yang kayak warna kopi susu itu.

Anyway, buat kalian yang kucing peliharaannya pernah atau sedang diare, aku punya ceritanya ni...

Si Aseng yang umurnya udah cukup tua ini, kira2 4 tahun, ceritanya bandel banget. Mungkin karna udah berumur atau gimana kali ya, secara kan, biasanya orang yang udah lansia bakal balik perilakunya seperti anak balita. Mungkin begitu juga dengan kucingku yang satu ini. Kucing kelas elite kayak si Aseng ini mustinya makanannya itu cukup makanan olahan pabrik merk X n gak perlu tambahan apa2. Beda banget sama si Aseng. Sekarang ini apa aja makanan di hadapannya diembatnya semua. Bandel banget ini kucing sumpahh -__- Pada tau gak makanan favorit kucingku yang satu ini? TEMPE. Yapp, TEMPE. Kucing makan TEMPE. Kebayang gak kucing makan makanan yang dibungkus daun pisang itu?
Unik sih sebenarnya, tapi kalau apa aja yang dimakannya itu gak memengaruhi sistem pencernaannya. Nah, ini permasalahannya. Lidahnya si Aseng emang suka makanan manusia, tapi sistem pencernaannya alias lambungnya gak nerima. Si Aseng pasti diare akut kalau udah makan sembarangan. Ini ni yang ngerepotin seluruh isi rumah. Yang anehnya, biasanya kalau manusia lagi diare pasti empet banget liat makanan. Beda sama ini kucing, porsi makannya tetap konstan bahkan bertambah, tapi makin kurus. Berbagai cara udah dilakuin supaya Aseng gak diare lagi. Berbagai situs hewan peliharaan aku kunjungi. Mulai dari si Aseng gak dikasi makan selama 24 jam, dikasih tempe, dikasih susu, sampai membuat oralit, kecuali ke dokter hewan. Dokter hewan langka banget di daerahku. N karena itu waktu kecil aku pernah bercita2 jadi dokter hewan.

Cara pertama, puasain kucing 24 jam gagal total. Si Aseng gak kuat puasa. Bulan Ramadhan aja Aseng gak kuat puasanya, padahal kalau kami sekeluarga lagi sahur, pasti dia ikutan makan sahur -_-

Cara kedua, campurin makanannya pake tempe. Katanya sih, tempe bisa menghentikan diare kucing. Bukannya sembuh malah bikin kanker. Bukan Aseng yang kanker, tapi dompet ortu -__- Aseng dengan ganasnya melahap makanannya yang udah dicampur tempe itu. Alhasil, semakin rakuslah Aseng, n semakin parah diarenya..

Cara ketiga, ngasih Aseng susu. Nah, karna harga susu kucing itu 3x lipat dari harga susu HiLo Teensku, akhirnya aku ngasih Aseng susu Full Cream. Sekali lagi, gagal. Diare tetap mewabah di tubuh si Aseng. Selidik punya selidik, ternyata kucing gak boleh dikasih susu manusia karna susu manusia mengandung laktosa, sejenis karbohidrat didalam susu sapi karna kucing tidak memiliki enzim untuk mencernanya.

Cara terakhir, membuat oralit. Pertama2, aku membuat oralit dengan resep biasa. 2 sdt gula pasir, 1 sdt garam, n segelas air. Aku minumin tuh oralit ke Aseng. Memang pertamanya diare si Aseng sembuh, tapi beberapa hari kemudian kambuh lagi. Kedua, aku membuat oralit versi baru, pake gula merah. Dengan resep yang sama, aku coba deh minumin ke Aseng n dengan muka meringis si Aseng nelan oralit buatanku itu. Aku kalau diare juga gak bakal mau minum oralit. Rasanya aneh -___-

Nah, mungkin karna ada jiwa seorang farmasis di diri aku *eaaa*, si Aseng udah sembuh n kembali riang gembira menari2 diatas meja n berkata, "Terima kasih majikankuuuuh :* :*" Tidak, itu cuma boong kok. Intinya, Aseng udah sembuh. Berat badannya pun kembali seperti dulu..

Cukup bangga, resep oralitnya cocok buat Aseng. Buat kalian yang kucingnya juga lagi diare, cobain deh resep dari aku. Semoga kucingnya cepat sembuh eaaa.

Read : Aku gak tau itu cocok apa enggak buat jenis hewan lainnya.


Aseng




Monday, February 3, 2014

Inspiration


Assalamu'alaikum...

Setiap orang pasti memiliki sosok yang menjadi inspirasi mereka dalam melakukan sesuatu, terutama sesuatu yang diinginkan dan diidam2kan. Tapi pernahkah kalian menganggap seseorang inspirasi kalian, tapi ternyata inspirator kalian itu nggak sebaik yang kalian pikirkan? Atau kalian pernah dibuat kecewa oleh sang inspirator, lalu kalian pun mencari sosok lain yang dapat menggantikan posisi tersebut? Yappp, jujur aku pernah merasakannya....

Mungkin aku yang terlalu labil atau terlalu cepat mengambil keputusan, akhirnya aku sering berganti inspirator. Hahaha. Tapi kali ini, Insya Allah gak bakal ganti2 lagi...

Orangtua, teman, sahabat, kekasih, selebriti, maupun tokoh nasional maupun internasional sering dijadikan sebagai inspirator kehidupan seseorang. Inspirator yang bak pujangga menyampaikan berbagai kata mutiara untuk membangkitkan semangat, inspirator yang dapat memberikan inovasi cara berpakaian, bertingkah laku, dsb, inspirator yang memotivasi kita untuk menjadi seperti dia, atau inspirator yang menyemangati kita disaat sedang galauu tingkat dewa neptunus *ups. She's my inspiration, he's my fairy prince, they're my heart always, and bla bla bla yang terlontarkan oleh seseorang yang merasa udah dapet inspirator yang 'dia banget'.

Memang, orangtua yang baik adalah inspirator utama bagi seorang anak n anak secara otomatis akan menirukan apa yang dilakukan orangtuanya. Orangtua merupakan motivator yang baik saat anak sedang terjatuh. Teman n sahabat adalah orang terdekat kita dilingkungan luar, khususnya di dunia pendidikan. Apalagi untuk masa2 ABG yang rentan galau, mereka pasti lebih memilih untuk curhat dengan teman atau sahabat mereka dan berharap inspirator mereka itu memberikan wejangan. Buat yang in relationship, pastinya beranggapan bahwa si dia adalah segalanya. Ketampanan/kecantikannya, tata bicaranya, prestasinya di sekolah, n keaktifan dia, pastinya amat sangat mempesona n berpikir bahwa ia adalah sang penyemangat. Nahh, yang lagi nge-trend niih, inspiratornya sang selebriti *read : korea* yang bener2 wah dimata fans fanatiknya. Ini ni yang agak sedikit ekstrim menurutku. Kalian pasti tau kalau Indonesia itu tabiatnya adalah peniru yang baik. Tata cara berpakaian yang ala korea, sampai kalau bertemu teman dijalan bukannya bilang, "Hai. Apa kabar?" eeh malah bilang bahasa planet *read : korea* "Annyeonghaseyo". Waduuhh ._.

Hahahaha tapi itu sekali lagi tergantung pada diri pribadi masing2 siapa yang akan menjadi inspirator kalian, asalkan membawa kepada kebaikan n itu membantu dalam mencapai cita2 yang diharapkan. Yang pasti, khususnya untuk umat Muslim, jadikanlah kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW sebagai inspirator dibidang tata cara bertingkah laku, berpakaian, cara ia memimpin khususnya untuk para caleg n capres yang lagi sibuk2nya debut debat, dsb. Insya Allah semua perbuatan kita akan mengarah kepada kebaikan.

~