Assalamu’alaikum..
Udah setengah tahun terakhir ini aku menikmati profesi
baruku, mahasiswa. Ngeh? Profesi? Yap, menurutku mahasiswa itu adalah sebuah
profesi. Kenapa? Seperti yang kita tau
profesi itu harus melalui sebuah tes sebelum menjalaninya, termasuk menjadi
mahasiswa, baik tes akademik maupun tes kesehatan.
Jadi mahasiswa itu susah gak sih?
Hidup itu memiliki level tersendiri. Selesai 1 level, masih
ada level 2. Setelah level 2, masih ada level 3, dan semakin meningkat level
kehidupan maka semakin sulit level yang kita hadapi. Mahasiswa bau kencur
sepertiku merupakan masa2 transisi dari siswa yang taunya cuma ngedumel karna
banyak pr ke mahasiswa yang gak bisa bergerak mencari kesibukan lain karna
emang udah sibuk. Ceileeh sibuk. Emang sesibuk apa sih? Praktikum cuma sebiji
doang -___-
Hahaha lupakan. Intinya aku ingin berbagi bagaimana prosesi
pemakaman seorang manusia ini menjadi seorang mahasiswa seperti sekarang.
Walaupun agak telat, tapi gak apalah berbagi pengalaman ~
*
Januari hingga Juli 2013..
Awal taun dimana, jujur, aku stres berat disini. Memang taun
baru kali ini aku menikmati mabes alias makan besar di kampungku yang asri,
Pagaralam. Tapi beban yang aku bawa emang ruwet sampe2 setiap biji jagung taun baru yang aku nikmatin
mengingatkanku pada 1 keraguan. Stop, ini lebay..
Yap, awal taun yang benar2 buruk dimana aku harus menentukan
pilihan mau kemana sementara aku masih galau nilai rapor n percintaan keuangan.
Setelah kegalauan2 itu pergi, aku mulai fokus untuk menerka nasib. Mulai dari
kedokteran, guru matematika, sampe kepikiran untuk lintas jurusan ke hukum,
administrasi negara, kartunis, n tukang sapu akuntansi. Kebayang kan betapa
galaunya aku? Daan setelah berpikir n berpikir, akhirnya aku memilih farmasi.
Lho? Dari terkaan2 yang ada justru aku memilih jurusan yang gak terlintas sama
sekali. Kenapa? Ntahlah -____- Sebenarnya bukan gak beralasan sih aku milih
farmasi. Aku emang tertarik dengan dunia obat-obatan sejak smp. Aku emang
pengen tau itu pil warna-warni terbuat dari apa. Tapi, bagusnya farmasi dimana
ya? UI, Unpad, Unbraw, Unand atau Unsri? Dan kenapa hanya kelima univ itu yang
terbersit di benakku? Yapp, mimpi awalku
emang nembak UI. UI dimata aku bener2 kayak sesuatu yang gemilang banget saat
itu. Kalau Unpad, saat itu ada sosialisasi Unpad ke sekolahku. N fakultas
farmasinya bener2 wah bangett..!! Nah kalau Unbraw n Unsri itu karna Jawa Timur
n Sumatera Selatan itu kampung kedua ortu aku. Jadi, yaa biar ada saudara yang
bisa ngontrol aku.
Dan pada akhirnya, aku putuskan memilih Jurusan Farmasi di
Unand (Universitas Andalas). Kenapa di Unand? Simple. Aku pengen ke Padang.
Why? Because I’m not a Minang person, so I never go there. Katrok bener
daahh...
Nah, saatnya pendaftaran SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri alias sistem undangan. Otomatis aku nembak Farmasi
Unand di pilihan pertamaku tanpa menimbang dan menggendong mengamati. Dan
mungkin karna sembrono atau bukan rejeki atau aku yang mimpinya ketinggian atau
berbagai ke-atau-an lainnya nasibku di SNMPTN ini bener2 malang. Aku gak lolos.
Ya, AKU GAK LOLOS.
Sedih? Ya pasti lah :') Begitu banyak teman2ku yang lolos SNMPTN di pilihan mereka masing2, sementara aku cuma bisa
meratapi nasib apes bin sial kayak gitu. Tapi, aku masih bisa tegar karna
teman2 dekatku juga mengalami nasib yang sama. Keep smile although it’s very
hard :)
Selain ada seleksi SNMPTN, di daerah ku, Provinsi Riau juga
ngadain PBUD (Pemilihan Bibit Unggul Daerah) dimana siswa kelas XII dapat
memilih prodi yang diinginkan khusus di Universitas Riau (UNRI). Nah, disini
aku bener2 ngasal pilih prodi. Teknik Kimia n Pendidikan Bahasa Inggris.
Melenceng banget kan -__- Dan saking teledornya aku, saat mengisi formulir biodatanya,
aku lupa mengedit tanggal lahirku. So, tanggal lahirku menjadi tanggal saat aku
mendaftarkan diri di PBUD, 22 Maret 2013. Stupid beuddh.. ~ Nah, mungkin karna udah jalan
dari Allah SWT, aku lagi2 gak lulus. 2 kali gagal cuyy. Dan kali ini aku bener2
ancurr, bingung, galau segalau2nya :’) *mewek
O ya, untuk melatih diri dalam rangka persiapan SBMPTN
(Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) n daripada menung kayak ayam
betelur, aku ikut bimbingan belajar selama 1 ½ bulan. Dan ntah hal apa yang
masuk ke pikiranku. Tanpa rasa kapok sama sekali, aku kembali ‘nembak’ Farmasi
Unand menjadi target utamaku. Namanya juga tempat bimbel, pasti memasang target
alias PG (Passing Grade), dan untuk Farmasi Unand PG-nya 40,17%. Gila kan aku
memilih pilihan yang kecil kemungkinan aku mendapatkannya. Tapi, aku tetap
optimis dengan pilihan aku. Aku semakin bertekad untuk belajar lebih giat
melalui bimbel yang aku ikuti. Memang selama aku bimbel target PG pilihanku
tetap gak kesampaian. Tapi ntah kenapa aku tetap optimis dengan pilihanku itu,
apapun yang terjadi.
Tanggal bersejarah pun akhirnya datang juga. 18 – 19 Juni
2013 aku menghadapi ujian SBMPTN dengan berbagai persiapan yang udah aku
selesaikan sebelumnya. Tak lupa aku meminta restu kepada kedua orangtuaku. Aku
masih ingat pesan mereka kalau aku harus jujur n tidak lupa untuk berdo’a pada
Allah. 2 hari aku selesaikan dengan semaksimal mungkin dengan harapan membawa
kebanggaan buat orangtuaku n ngebuktiin kalau aku bisa.
Selagi menunggu hasil SBMPTN diumumin, aku mencoba undian
berhadiah. Yap, aku nyoba SIMAK UI (Seleksi Masuk Universitas Indonesia).
Kenapa ini aku sebut undian berhadiah? Hahaha soalnya ini bener2 hal paling ngaur yang pernah aku lakuin. Dengan modal belajar
dalam waktu semalam, pada tanggal 30 Juni aku mengikuti ujian test SIMAK UI
ini. Gilak, soalnya wahhh begetehh~ Angkat kaki sayaaa saking susahnya. Tapi
setidaknya aku ngerasain suasana yang paaling beda saat ujian. Bener2 beda
dibandingkan SBMPTN. Suasana ujiannya, lembar soalnya, snacknya pengawasnya,
wah pokoknya seru aja gitu. Masih terbayang dipikiranku suasana ujiannya.
Tepat tanggal 8 Juli pukul 17.00 WIB, hasil ujian SBMPTN
diumumkan. Demi Allah, perasaan gak karuan. Antara optimis, pesimis n takut
ngecewain kedua ortu aku untuk kesekian kalinya. 2 jam sebelum pengumuman, aku
udah stay tune di depan laptop dimana layar website http://www.sbmptn.or.id menunjukkan sisa waktu hingga SBMPTN dapat dibuka. Dan hasilnyaaa,
jeng jeng jenggg~
Lulus wooii luluss :’) Saat itu juga aku sujud syukur pada
Allah SWT, n saat itu juga orangtuaku memelukku dengan eratnya. Haaahh terharu
banget, rasanya usahaku n kegagalan yang aku alami gak sia2 n ada hikmah
dibalik semua itu. Dan alhamdulillah aku lulus di pilihan pertamaku, Farmasi
Unand. Itu yang bener2 membuat aku senang tak terkira. Aku menghubungi teman
senasib seperjuanganku di SBMPTN, dan Alhamdulillah beberapa dari kami juga
lulus.
Nahh, untuk hasil SIMAK UI ku, alhamdulillah belum rejeki
aku untuk menjadi mahasiswa UI. Muehehe, tapi gak papa. Aku gak begitu kecewa,
karna aku ngerasa udah luar biasa banget rahmad dari Allah ini. Aku gak mau
nyia2in kesempatan yang ada. Aku janji :)
Huahh, panjang banget ya perjalanan aku sampai dapet bangku mahasiswa. HAHAHA. Tapi buat yang baca, kalaupun nanti kalian gak lulus di pilihan kalian, khususnya melalui jalur SNMPTN undangan, kalian jangan berkecil hati. Masih banyak jalan menuju Roma kok. Kegagalan gak selamanya menjadi kegagalan hidup. Tetap bangkit, kuat menghadapi kehidupan untuk kedepannya. Jangan menyerah hanya di satu jalur. Kalian masih muda, n aku yakin kita punya garis hidup masing2 dari Allah SWT. Tetap semangat, n semoga semua usaha2 kita lancarr. Aamiin :)
@tyas_3695

No comments:
Post a Comment